Desa Naukekusa, 29 Oktober 2025 – Menyikapi lonjakan laporan kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak yang terjadi secara signifikan sepanjang tahun 2025, khususnya pada bulan Oktober ini, Tim Penggerak PKK Kabupaten Malaka mengambil langkah konkret. Sebuah sosialisasi pencegahan kekerasan digelar di SD Inpres Hanan, Desa Naukekusa, pada Selasa, 29 Oktober 2025, untuk membangun kewaspadaan dan kapasitas masyarakat dalam menghadapi ancaman tersebut.
Kegiatan yang dihadiri oleh perwakilan siswa siswi dari kelas 5 dan kelas 6, puluhan orang tua, guru, dewan komite dan perangkat desa ini secara resmi dibuka oleh Camat Laenmanen, selanjutnya sambutan pembukaan Ibu Wakil Ketua PKK Kabupaten Malaka. Dalam pidatonya, beliau menyatakan keprihatinan yang mendalam atas data kekerasan yang terus meningkat dan menegaskan bahwa situasi ini harus dihadapi dengan aksi kolektif.
“Data yang kita terima sepanjang 2025, terutama di bulan Oktober ini, sungguh memprihatinkan. Setiap laporan yang masuk bukan hanya sekadar angka, tetapi mencerminkan penderitaan yang dialami oleh saudara-saudara kita, khususnya perempuan dan anak-anak yang seharusnya mendapat perlindungan maksimal. Karena itu, kami dari PKK tidak bisa tinggal diam. Sosialisasi di Desa Naukekusa hari ini adalah bagian dari respon cepat dan upaya pencegahan yang kami galakkan,” tegasnya dengan penuh semangat.
Sebagai upaya untuk memberikan pemahaman yang mendalam, Ibu Yanti Ratu, seorang ahli di bidang perlindungan perempuan dan anak, hadir sebagai pemberi materi. Paparannya difokuskan pada langkah-langkah praktis pencegahan dan penanganan, yang disesuaikan dengan situasi kekinian di Malaka.
Ibu Yanti Ratu menyoroti beberapa poin krusial:
- Memahami Darurat Kekerasan: Menekankan bahwa kondisi saat ini memerlukan kewaspadaan tinggi dari semua lapisan masyarakat.
- Identifikasi Dini dan Mekanisme Pelaporan: Masyarakat dilatih untuk mengenali tanda-tanda kekerasan yang sering dianggap remeh dan diajak untuk tidak ragu melaporkan ke pihak berwajib, Lembaga Bantuan Hukum, atau Unit Pelayanan Perempuan dan Anak (UPPA) Polres Malaka.
- Pentingnya Komunikasi Keluarga: Di tengah maraknya kekerasan, peran keluarga sebagai benteng pertama dinilai sangat vital. Orang tua didorong untuk membangun komunikasi yang terbuka dengan anak dan menciptakan lingkungan rumah yang aman.
- Solidaritas Komunitas: Masyarakat Desa Naukekusa diajak untuk membentuk sistem rukun tetangga yang peduli, dimana warga saling melindungi dan tidak tutup mata terhadap potensi kekerasan di sekitar mereka.
“Dalam situasi dimana kasus kekerasan sedang tinggi, diam sama saja dengan membiarkan. Setiap dari kita harus menjadi mata dan telinga, serta pelindung bagi korban. Jangan takut untuk melaporkan, karena dengan melaporkan kita mungkin telah menyelamatkan satu nyawa,” imbau Ibu Yanti Ratu.
Antusiasme peserta terlihat tinggi, terbukti dengan banyaknya pertanyaan yang diajukan seputar cara menghadapi pelaku, mendampingi korban, dan prosedur hukum yang berlaku. Para peserta menyambut baik inisiatif ini dan berharap dapat diadakan kegiatan lanjutan serta pendampingan berkelanjutan.
Dengan diselenggarakannya sosialisasi ini, diharapkan dapat memutus mata rantai kekerasan dan menurunkan angka laporan kasus di Kabupaten Malaka, dimulai dari tindakan preventif di tingkat desa seperti Desa Naukekusa.



